Ilmu Warung Kopi (1)

Apa kebudayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki Negara lain? NONGKRONG. Kita sering melihat pemuda – pemudi ataupun para orang tua yang duduk – duduk entah di warung kopi, sambil lesehan di pingir jalan ataupun yang agak berkelas seperti di Kafe atau convienence store. Menurut saya budaya nongkrong ini harus dimaksimalkan. Karena tanpa nongkrong tidak akan muncul yang namanya sumpah pemuda. Tidak percaya? Anda bisa baca di sini.

Budaya nongkrong di Indonesia bahkan sampai dibahas di New York Times. Anda bisa baca di sini. Anda mungkin pernah dengar ada dua cara untuk mendapatkan pengetahuan, formal dan informal. Nah nongkrong merupakan cara mendapatkan pengetahuan secara informal.

Dua minggu ini saya intens nongkrong dengan Om Sugeng di Tower dua, banyak topik yang kami perbincangkan saat itu, dari hal – hal ringan sampai masalah tugas di Penabulu yang saya rasa tidak akan terjadi di forum formal. Nongkrong itu berguna kalo Anda tau caranya. Saya ingat obrolan intens pertama saya dengan Om Sugeng adalah membahas Rencana Kerja website Kyutri selama satu tahun. Selama ini saya belum pernah mendapat tugas seperti ini. Namun, Om Sugeng dengan kapasitasnya sebagai Knowledge Management Specialist membimbing saya dengan cara khas shio kuda.

Yang harus saya kerjakan pertama kali adalah membuat database kyutri. Mulai dari menulis data narasumber yang pernah mengisi kelas kyutri, mencatat materi yang sering diunduh, sampai menulis orang – orang yang menjadi target kyutri untuk dijadikan narasumber. Pusing dan ribet memang, tapi itu berguna sebagai pondasi dasar kita untuk mengetahui letak masalah dan kemungkinan menemukan solusi. Di sini saya diajarkan basic microsoft excel oleh bang Bajay, iya, basic. -_-* saya gak bego – bego amat main excel, cuman ada beberapa hal yang mungkin waktu SMA guru saya lupa (atau malas) ngajarin.

Setelah mengisi database kyutri, saya diberi ilmu metode mindmap oleh Om Sugeng, mindmap adalah ilmu memetakan gagasan agar lebih terstruktur. Oleh karena itu Om Sugeng menyuruh saya untuk mengunduh software Xmind. Saya akui saya norak karena baru tau dan baru memakai software ini, but it’s better late than never, rite? Saya pribadi berterima kasih kepada Om Sugeng karena berkat software ini sebagian besar tugas saya menjadi terbantu, entah itu di Penabulu atau di luar Penabulu, terima kasih Om Sugeng ^_^

Oke lanjut, di software Xmind ini saya jadi tau bagaimana mekanisme kerja kegiatan kyutri pra acara, saat acara dan pasca acara. Biarkan saya menjadi marketing Xmind, selain mekanisme kerja, di Xmind saya bisa membuat kerangka perencanaan dan juga peta besar kyutri. Sehingga saya tau sebenarnya apa tujuan didirikannya kyutri ini. Anda bisa unduh software XMind di sini. Sedang asyik bermain dengan Xmind, Tiba – tiba Om Eko datang dan menagih presentasi saya. Sudah lama memang Om Eko menagih rencana kerja kyutri saya. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mempresentasikan rencana kerja saya selama satu tahun ke para “Petinggi” Penabulu.

Saya tidak main – main menyebut mereka dengan sebutan “Petinggi” Penabulu karena mereka memang otak dari Penabulu itu sendiri. Ini untuk pertama kalinya saya presentasi di depan Om Eko (Eko 1), Paman (Eko 2), Bang Suhud dan Om Sugeng tentunya, selain itu ada juga yang melihat presentasi saya yaitu Mbak Nana dan Mas Eko (Eko 3). Tiga Eko dalam satu tempat! What a coincidence! Banyak pertanyaan “ajaib” yang sempat membuat saya bingung untuk menjawabnya, namun Om Sugeng selalu mem-backup saya dengan menjadi penengah. masih banyak ilmu yang saya dapat berawal dari nongkrong ini. Agar tidak kepanjangan akan saya bagi ke beberapa bagian. Jadi, tunggu lanjutannya ya.. ^^